02
APR
2019

Mengajarkan Keshalihan kepada Anak


    Anak shalih adalah dambaan setiap orang tua. Duhai, betapa besar kenikmatan dan anugerah tersebut. Bagaimana tidak? Karena Allah Ta’ala telah menyejukkan pandangan orang tua dengan keturunan yang shalih, yang takut kepada Allah Ta’ala dan selalu mendirikan shalat.

    Dan hal pertama yang diperlukan untuk mewujudkan keshalihan anak adalah doa-doa ikhlas yang kita panjatkan kepada Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman tentang al-Khalil Ibrahim Alaihissallam :

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

Ya Rabbku! Jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat! Wahai Rabb kami! Perkenankanlah doaku. [Ibrahim/ 14: 40]

Dan Allah Ta’ala berfirman tentang Zakariya Alaihissallam :

هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Ya Rabbi! Berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa. [Ali Imrân/3:38]

    Tak mungkin anak-anak bisa menjadi shalih kecuali dengan taufiq dari Allah Ta’ala . Sungguh, betapa anak-anak kita sangat membutuhkan doa kita sebagai orang tua.

    Dan perlu diingat juga, bahwa terbentuknya anak shalih, disamping dengan banyak berdoa juga diawali dengan qudwah (contoh) yang baik, teladan yang baik dari bapak dan ibu. Bila anak melihat bapak ibunya sosok yang bertakwa kepada Allah Ta’ala , maka anak pun akan takwa kepada Allah Ta’ala Azza wa Jalla . Bila orang tua tekun mendirikan shalat, maka anak pun akan tekun shalat. Mereka akan terpola menjadi orang shalih.


    Akhlak dan adab yang mulia pun sangat lekat dengan ciri anak yang shalih. Memerintahkan anak untuk berakhlak dan beradab mulia akan membuat mereka terbiasa untuk melakukannya dan akan membimbing mereka menuju kebahagiaan.

    Ajarilah mereka untuk menebarkan salam, suka memberi orang yang kekurangan, bersilaturahim; mengunjungi sanak famili, dan akhlak mulia lain yang diajarkan Islam. Niscaya kita pun akan ikut mendapatkan pahala dan kebaikan dunia dan akhirat.

    Bila Allah Ta’ala telah memberi amanah keturunan kepada kita, maka ketahuilah bahwa kewajiban kita cukup berat untuk menuntun mereka menuju kebahagiaan dan ridha Ilahi. Maka perlu kita perhatikan hal-hal berikut ini:

  1. Panjatkanlah syukur kepada Allah Ta’ala, baik dengan lisan maupun dengan perbuatan. Nikmat ini adalah nikmat yang agung, namun tidak sedikit manusia yang tidak mensyukurinya, ataupun salah dalam mensikapinya.
  2. Tanamkan dalam diri kita bahwa ada tanggung jawab besar yang kita pikul. Mereka ini tidak lain adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Ta’ala. Pada hari Kiamat, mereka akan mendebat orang tua atas kesalahan mereka dalam mendidik. Maka, mereka bisa saja mengantar kita menuju surga, ataupun menggiring menuju neraka.
  3. Berlakulah adil terhadap mereka. Perlakukan mereka dengan proporsional, baik lelaki maupun perempuan. Bertakwalah kepada Allah Ta’ala dalam memperlakukan mereka. Ingatlah!, bahwa berbuat zalim kepada anak, dapat mengakibatkan rasa dengki dan permusuhan. Ikatan kasih sesama mereka pun akan luntur dan tercabik-cabik.

    Semoga Allah Ta’ala menganugerahkan kepada kita anak-anak yang shalih, yang akan  tumbuh menjadi generasi penerus yang senantiasa berjuang untuk Islam dan Muslimin.

Wallâhu a’lam.

Sumber : Almanhaj.or.id

Yuk bersedekah dengan cara berdonasi untu membantu pengembangan Pesantren Islam Al-Irsyad Tengaran 2. Adapun cara berdonasi bisa melalui transfer ke Rekening Bank Syariah Mandiri kami di :
6003002002
A.n YAYASAN HIDAYATUS SUNNAH

Semoga Allah Ta’ala menggantikan harta yang bapak/ibu shodaqoh kan dengan yang jauh lebih baik lagi.

Jangan lupa juga share postingan ini, agar lebih banyak lagi yang mendapatkan manfaat nya.


Leave a Reply

*

WhatsApp chat