cheap jerseys free shipping  Pesantren Al-Irsyad Tengaran 2 » Kunjungan DR. Syafiq Reza Basalamah ke PIAT 2
Free Sex Cam
30
MAR
2019

Kunjungan DR. Syafiq Reza Basalamah ke PIAT 2

Kunjungan Ust. Syafiq Reza Basalamah

 

الحمد لله حمدا كثيرا طيّبا مباركا فيه كما يحبّ ربّنا ويرضى، اللّهمّ صلّ على نبيّنا محمّد وعلى آله وصحبه وسلّم.

Sabtu, 28 Juli 2018, Pesantren Islam Al-Irsyad Tengaran 2 (PIAT 2) Majalengka mendapatkan kunjungan kehormatan dari salah seorang dosen Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah (STDI) Imam Syafi’i Jember, ustadz DR. Syafiq Reza Basalamah, M.A. hafizhahullahu ta’ala, yang kemudian beliau memberikan motivasi dan taushiyah.

Dalam taushiyah yang diselenggarakan di Masjid As-Salam PIAT 2, ustadz Syafiq berpesan kepada seluruh santri dan civitas untuk kembali meluruskan niat dalam menuntut ilmu. Disamping itu beliau hafizhahullahu ta’ala mengingatkan akan 5 (lima) hal yang perlu dimiliki para santri khususnya dalam menuntut ilmu.

Yang pertama adalah kesadaran sepenuh hati bahwa menuntut ilmu membutuhkan pengorbanan. Sebagaimana pengorbanan para sahabat radhiyallahuanhum dan para ulama salaf dalam menegakkan kalimat Allah di atas muka bumi ini. Jalan menuntut ilmu merupakan jalan yang berat, namun ganjarannya juga agung, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam:

“Siapa yang menempuh jalan dalam rangka menuntut ilmu maka Allah akan perjalankan (mudahkan) ia jalan menuju Surga. Sungguh para malaikat meletakkan sayap-sayap mereka karena ridha dengan penuntut ilmu. Sungguh orang alim benar-benar dimintakan ampun oleh makhluk di langit dan di bumi hingga ikan di laut. Keutamaan ahli ilmu dibanding ahli ibadah bagaikan keutamaan bulan atas seluruh bintang. Para ahli ilmu adalah perawis para Nabi. Para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham tetapi mewariskan ilmu. Siapa yang mengambilnya berarti telah mengambil keuntungan yang besar.” (HR At-Tirmidzi, Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Yang kedua adalah dibutuhkan kesabaran dan kesungguhan dalam menuntut ilmu, karena siapa yang bersungguh sungguh maka Allah tak akan melupakan kesungguhan hamba tersebut (dalam berusaha). Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh (berjuang) di (Jalan) Kami, Kami akan benar-benar menunjukkan Jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS Al-Ankabut: 69)

Contohlah kesabaran Imam Syafi’i rahimahullahu ta’ala dalam menuntut ilmu. Keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang baginya, Imam Syafii mencatat pelajarannya di atas tulang-tulang hewan atau kulit-kulit yang berserakan.

Yang ketiga adalah senantiasa berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Terutama dengan doa-doa yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alahi wassalam. Seperti doa  اللّهمّ إنّي أسْألك علْما نافعا  (ya Allah, hamba memohon diberikan ilmu yang bermanfaat) dan اللّهمّ إنّي أعوذ بك منْ علْم لا ينْفع  (ya Allah, hamba berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat) dan doa lainnya.

Yang keempat adalah senantiasa menjaga adab kepada para guru. Karena ada yang lulus dari pesantren dengan segudang imu, namun tidak ada keberkahan didalamnya (tidak bermanfaat), yang salah satunya disebabkan karena kurang/tidak adanya adab kepada sang guru. Salah satunya bentuk ketidakberadaban tersebut adalah menggibahi sang guru.

Yang kelima adalah menuntut ilmu itu sampai mati, tidak ada titik berhenti. Karena ilmu merupakan lautan yang tidak bertepi. Dan bentuk ilmu yang sesungguhnya adalah rasa takut (khasy-yah) kepada Allah, sebagaimana firman Allah:

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.” (QS. Fathir: 28)

Semoga apa yang beliau sampaikan dapat melecut motivasi para santri dan civitas untuk lebih bersemangat dalam menuntut ilmu, serta kembali meluruskan niat dalam rangka menggapai keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Karena hanya dengan lurusnya niat, segala kendala dan rintangan yang dialami selama proses belajar akan dapat diatasi. Insya Allah.

Leave a Reply

*

Cullen Gillaspia Authentic Jersey 
WhatsApp chat